Kegiatan ”Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melalui Pemanfaatan Pestisida Nabati dari Limbah Rumah Tangga untuk Optimalisasi Produksi Holtikultura Skala Rumah Tangga” dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Tematik 112 Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Kegiatan diselenggarakan pada Selasa 28 Januari 2025. Pelaksanaan program ini dilatarbelakangi oleh permasalahan terkait penggunaan pestisida kimia yang berlebihan dalam pertanian hortikultura skala rumah tangga, serta potensi pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bahan baku pestisida nabati yang ramah lingkungan. Dengan demikian, diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kesehatan tanaman, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, serta memberikan nilai tambah ekonomis bagi Ibu-Ibu KWT.
Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tumbuhan atau bahan organik lainnya. Pestisida ini menjadi solusi alternatif pengendalian hama yang lebih aman, murah, dan ramah lingkungan. Kegiatan ini menjelaskan berbagai jenis limbah rumah tangga yang memiliki potensi sebagai bahan pestisida nabati, seperti kulit bawang, sisa sayuran, dan lain-lain. Selain itu, disampaikan pula cara pembuatan pestisida nabati sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan tersebut. TIM KKN UNS juga memberikan demonstrasi pembuatan pestisida nabati. Pembuatan pestisida nabati dimulai dengan pengumpulan sampah organik rumah tangga, seperti kulit bawang, sisa sayuran, buah-buahan, daun-daun kering, dan kotoran hewan baik feses maupun urinnya, pada kesempatan kali ini TIM KKN UNS menggunakan kulit bawang. Bahan-bahan ini kemudian dimasukkan ke dalam botol bekas hingga setengah botol terpenuhi. Setelah itu, tambahkan air hingga botol hampir penuh. Proses fermentasi akan dimulai dengan bantuan mikroorganisme yang secara alami ada dalam bahan organik tersebut dengan kurun waktu 1-2 malam. Setelah proses fermentasi selesai, saring limbah yang dihasilkan dan pindahkan air hasil fermentasi dalam wadah tertutup. Setelahnya pestisida nabati cair siap digunakan dengan perbandingan 1:10 dengan air bersih dan dilakukan dalam skala 1 minggu sekali.
Kelompok sasaran menyambut kegiatan sosialisasi ini dengan antusias dan ikut berpartisipasi dalam demonstrasi yang dilaksanakan. Kegiatan ini termasuk dalam upaya mewujudkan SDGs desa poin 15, yang bertujuan untuk melindungi dan memanfaatkan ekosistem daratan secara berkelanjutan. Dalam konteks ini, pengelolaan limbah rumah tangga melalui komposisasi membantu mengurangi limbah yang masuk ke tempat pembuangan dan menghasilkan pestisida nabati yang dapat meningkatkan hasil hortikultura dan menjaga kesuburan tanah. Hal ini sejalan dengan tujuan SDGs poin 15 untuk meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem daratan dan menghentikan deforestasi serta degradasi lahan akibat penggunaan pupuk kimia.